Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, SDN Cimuncang menggelar kegiatan konsolidasi dan sosialisasi program Pesantren Kilat (Sanlat). Kegiatan ini mempertemukan guru-guru mengaji, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta kepala sekolah dalam satu forum diskusi yang penuh semangat dan kebersamaan.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun dan mematangkan program Sanlat yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadan. Dalam suasana yang akrab, para peserta membahas konsep kegiatan, materi pembelajaran, metode penyampaian, hingga teknis pelaksanaan di lapangan. Program Sanlat tahun ini dirancang agar lebih terstruktur dan berdampak nyata bagi peserta didik.

Kepala SDN Cimuncang ,Ibu Rini Mayawati SPD dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara guru sekolah dan guru mengaji.
“Program Pesantren Kilat ini bukan sekadar kegiatan rutin Ramadan. Ini adalah momentum pembentukan karakter siswa. Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori agama, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program. Menurutnya, ketika seluruh pendidik duduk bersama dan menyatukan visi, maka kegiatan apa pun akan terasa lebih ringan dan bermakna.
Hal senada disampaikan oleh salah satu guru mengaji yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami merasa dihargai dan dilibatkan secara penuh. Kami mengajar bersama, berdiskusi bersama, dan bertanggung jawab bersama untuk mendidik anak-anak,” ungkapnya.
Pernyataan itu menggambarkan suasana konsolidasi yang hangat dan setara. Tidak ada sekat status maupun jabatan. Guru PNS dan guru non-PNS duduk berdampingan, saling memberi masukan, dan merancang kegiatan dengan semangat yang sama.
Program Pesantren Kilat sendiri akan berisi berbagai kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, materi akhlak, praktik ibadah, pembiasaan adab, serta kegiatan reflektif selama Ramadan. Harapannya, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama, tetapi juga mengalami proses pembentukan karakter yang lebih mendalam.
Yang membuat kegiatan konsolidasi ini semakin berkesan adalah penutupnya yang sederhana namun penuh makna: ngaliwet bersama. Nasi liwet yang disajikan hangat dinikmati bersama dalam suasana kekeluargaan. Tawa dan obrolan ringan mengalir tanpa jarak.
Momen ngaliwet tersebut menjadi simbol kebersamaan. Di atas satu hamparan daun pisang, semua duduk sejajar. Tidak ada perbedaan status, tidak ada batas administratif. Yang ada hanyalah rasa syukur dan kebersamaan dalam satu tujuan: mendidik generasi dengan sepenuh hati.

Melalui kegiatan konsolidasi dan sosialisasi ini, SDN Cimuncang menunjukkan bahwa keberhasilan program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang matang, tetapi juga oleh kekompakan dan rasa saling menghargai antarpendidik.
Semoga Pesantren Kilat yang akan dilaksanakan di bulan Ramadan berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi peserta didik. Dan semoga pula semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum ini terus terjaga, bukan hanya saat Ramadan, tetapi dalam setiap langkah pengabdian mendidik anak bangsa. Karena pendidikan yang kuat lahir dari hati yang bersatu.
Marhaban yaa Ramadhan. SDN Cimuncang Jaya selamanya.

Aamiin….doa terbaik untuk kita semua, terima kasih atas kerja Sama selama ini, semoga Allah memberkahi kita semua dengan segala kebaikan, aamiin🤲🥰🙏