Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Mathla’ul Huda Baleendah. Salah satu alumninya, Ghifari Saeful Azhar, berhasil menorehkan prestasi yang patut diapresiasi dengan menjadi imam salat Tarawih di Masjid Salman ITB.
Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan bagi dirinya pribadi, tetapi juga menjadi kebahagiaan besar bagi kedua orang tuanya, Bapak Nurdin dan Ibu Titin Suhartini, serta keluarga besar pesantren yang telah mendidiknya dengan penuh kesungguhan.
Ghifari saat ini tengah menempuh pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tepatnya di Fakultas Psikologi, dan baru memasuki semester kedua. Meski masih berada di awal perjalanan akademiknya, kepercayaan untuk menjadi imam di salah satu masjid paling dikenal di Jawa Barat menunjukkan kualitas keilmuan dan kepribadiannya yang telah terbentuk sejak di pesantren.

Ghifari Saeful Azhar , Akumni PPM Mathla’ul Huda Baleendah / Mahasiswa Psikologi UIN Bandung. (Sumber : Koleksi pribadi Ghifari SA)
Dalam keterangannya, Ghifari mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kesempatan yang ia dapatkan.
“Saya merasakan bahwa ilmu agama yang saya pelajari di pesantren sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya, bisa mendapatkan kesempatan menjadi imam di masjid yang terkenal di seluruh Jawa Barat,” ujarnya.
Lebih dari itu, Ghifari juga merasa bangga karena dapat menjadi imam di lingkungan yang dikenal sebagai pusat kaum intelektual.
“Yang lebih membanggakan lagi, saya bisa menjadi imam di kalangan intelektual, yaitu di ITB. Ini adalah hadiah besar Ramadan bagi saya,” tambahnya.
Masjid Salman ITB sendiri dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas keislaman yang dinamis, dengan jamaah yang berasal dari berbagai kalangan, khususnya mahasiswa dan akademisi. Menjadi imam di tempat tersebut tentu membutuhkan kemampuan bacaan Al-Qur’an yang baik, kepercayaan diri, serta pemahaman agama yang kuat—semua itu menjadi bukti nyata dari hasil pendidikan yang ditempa selama di pesantren.

Ghifaro Saeful Azhar ,Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Bandung( Sumber: Koleksi Pribadi )
Keberhasilan Ghifari menjadi gambaran bahwa Pondok Pesantren Mathla’ul Huda Baleendah tidak hanya mencetak santri yang mampu memahami ilmu agama secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dan tampil di tengah masyarakat luas dengan penuh percaya diri.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi para santri lainnya, bahwa setiap proses yang dijalani di pesantren—dari menghafal, belajar, hingga menjaga disiplin—akan menemukan buahnya pada waktu yang tepat.
Ramadan kali ini pun menjadi momen yang tak terlupakan bagi Ghifari. Dari seorang santri yang menimba ilmu di pesantren, kini ia berdiri di mimbar yang lebih luas, mengimami salat dan membawa lantunan ayat suci Al-Qur’an di hadapan jamaah yang beragam.
Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang keberkahan ilmu dan ketulusan dalam menjaganya. 🌙

Maa syaa Alloh.. 😍😇 semoga menjadi kebaikan untuk para ustadz/ustadzah..dan untuk Ghifari semoga istiqomah dalam kebaikan