Masjid Qudwah
Memaksimalkan fungsi masjid bukan hanya tugas pengurus, pendiri bahkan pemiliknya. Melainkan tugas kita semua yang mengaku umat Islam.
Masjid merupakan tempat berkumpulnya umat. Di zaman yang berkembang seperti sekarang ini hampir di setiap daerah memiliki masjid dengan berbagai arsitektur, nuansa, & keunikannya. Bahkan beberapa masjid memiliki nilai sejarah dan budaya yang dari dulu sampai sekarang terjaga nilai-nilainya.
Meskipun arsitekturnya dibuat berbagai macam bentuk, pada dasarnya masjid tetap memiliki fungsi yang sama. Seperti Masjid Qudwah yang beralamat di Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten bandung ini, senantiasa memaksimalkan fungsi masjid agar tidak hanya sekadar tempat beribadah selayaknya salat fardu lima waktu, salat jumat dan salat idain (Idul Fitri dan Idul Adha).
Masjid Qudwah membuka pintu selebar-lebarnya agar fungsi dasarnya bisa dimaksimalkan oleh para jamaah. Sebagai contoh, Masjid Qudwah kerap dilakukan untuk diskusi oleh para Pemuda yang tergabung dalam komunitas masjid yang diberi nama “Barisan Muda Qudwah”.
Para pemuda tersebut sudah memfungsikan masjid lebih dari sekadar tempat solat. Sebab setidaknya ada 3 fungsi dasar masjid yang harus diketahui dan dimaksimalkan oleh kita sebagai umat muslim. Fungsi masjid tersebut adalah,
Pertama, Fungsi Spiritual
Fungsi utama masjid adalah sebagai tempat beribadah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kegiatan ibadah yang menggunakan fungsi ini tentu saja salat berjamaah, dzikir, membaca al-Qur’an, I’tikaf, dll.
Kedua, Fungsi Intelektual

Tidak hanya sebagai tempat peningkatan spiritual, masjid Qudwah juga memfungsikan masjid sebagai tempat pendidikan akal. Masjid seringkali menghadirkan kajian kajian ataupun diskusi diskusi interaktif dengan umat membahas banyak persoalan & ilmu pengetahuan, seperti kajian ilmu agama, ilmu sosial, ekonomi, filsafat, dll. Sehingga umat tidak hanya baik spiritualnya tapi juga cerdas pemikirannya.
Pemuda masjid Qudwah kerap melakukan kegiatan tersebut dengan tajuk “Diskusi Teras Masjid” yang dihadiri oleh para pemuda yang memiliki kecintaan kepada masjid. Mereka berdiskusi banyak topik terutama yang berhubungan dengan kebangkitan dan pengembangan diri sebagai seorang pemuda muslim.
Ketiga, Fungsi Sosial
Sebagai pusat peradaban, tentu saja masjid seringkali dikunjungi oleh umat islam dari berbagai tempat dan melakukan sebuah aktivitas juga tujuan yang sama. Tentu karena hal tersebut kesempatan untuk bertegur sapa, menjalin relasi, dan bercengkramanya tinggi. Sehingga hal ini baik untuk membangun dan memperkuat tali silaturahmi antar sesama umat islam.

Tidak hanya itu, masjid Qudwah juga seringkali berfungsi sebagai “rumah peduli” untuk kaum fakir, miskin, duafa, dan yatim yang ada di sekitarnya untuk diberikan perhatian yang cukup dalam berkehidupan. Terbukti adanya banyak kegiatan amal dan berbagi terhadap kaum yang membutuhkan. Baik yang diinisiasi oleh Masjid Qudwah itu sendiri maupun oleh komunitas umum yang menggunakan Masjid sebagai lokasi berbagi.
Dari berbagai fungsi di atas, sayangnya masih banyak masjid yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Bahkan kebanyakan masjid masjid hanya berfungsi sebagai tempat ibadah salat saja. Bahkan tidak jarang ada masjid yang setelah dipakai untuk salat, pintu masjidnya ditutup rapat-rapat. Seolah-olah memang dikhususkan untuk ibadah salat saja. Padahal masjid sendiri sejatinya adalah milik umat & harus bermanfaat bagi umat terutama yang tinggal di sekitarnya.
Semoga trifungsi masjid yang kini sedang dimaksimalkan oleh masjid Qudwah dapat mengispirasi masjid-masjid lain agar lebih bisa dimakmurkan dengan berbagai kegiatan positif di dalamnya.
Semoga bermanfaat.
