Bunga tumbuhan kumis kucing
Bentuk bunganya memang mirip seperti kumis kucing. Karena itulah tanaman ini dikenal dengan nama kumis kucing. Saya menemukannya saat berjalan kaki di pedesaan, tumbuh liar di pinggir selokan dan semak-semak. Meski tampak kecil dan sederhana, saya langsung mengenalinya. Sejak kecil, tanaman ini begitu akrab dengan kehidupan saya di kampung.
Saya pun mengambil satu stek dahannya untuk ditanam di rumah. Awalnya hanya sebatang kecil yang saya tanam di bawah pohon alpukat yang lembap. Kini, tanaman itu tumbuh subur dengan daun yang lebat dan bunga-bunga putih yang bermekaran cantik menyerupai kumis kucing.
Oh iya, mungkin tidak banyak yang tahu, apalagi yang tinggal di perkotaan, tumbuhan kumis kucing memiliki bunga putih bersih (ada pula yang putih keunguan). Memiliki benang sari yang panjang menyerupai kumis kucing seperti tampak di gambar. Daunnya cantik, berbentuk lonjong dan bergerigi. Tumbuhan ini berbentuk semak dengan tingi antara 50-150 cm dengan batang berkayu ringan.
Kenangan Masa Kecil dan Tanaman Herbal Keluarga
Saat kecil, saya sering bermain dengan bunga kumis kucing ini. Bunganya ditempel di bibir lalu ditekan sambil mingkem, sehingga terlihat seperti kumis sungguhan.
Itu salah satu candaan Mama ketika saya menangis. Entah bagaimana, hal sederhana seperti itu selalu berhasil membuat saya tertawa dan melupakan kesedihan. Mama memang pandai menghibur anak-anaknya dengan hal-hal lucu dari alam sekitar.
Sejak pindah rumah dan memiliki lahan kosong di samping rumah, saya bercita-cita membuat taman obat keluarga atau TOGA. Ingatan masa kecil di kampung halaman, Ciamis, membuat saya ingin kembali menanam tanaman-tanaman herbal yang dulu sering digunakan orang tua dan para sesepuh kampung sebagai ramuan alami untuk mengobati berbagai penyakit.
Sayangnya, mencari bibit tanaman herbal di tempat tinggal saya sekarang tidak semudah di kampung dulu. Di Ciamis, tanaman obat tumbuh melimpah di halaman rumah atau bisa dengan mudah meminta pada tetangga.
Berbeda dengan sekarang, banyak tanaman herbal harus dibeli di toko tanaman secara online. Menunggu beberapa hari sampai dengan perasaan waswas khawatir rusak di perjalanan selama proses pengiriman.
Karena itu saya sangat bersyukur menemukan kumis kucing tumbuh liar di pinggir jalan, jauh dari pemukiman. Saya memetiknya, membawanya pulang dan menanamnya di halaman pinggir.
Manfaat Daun Kumis Kucing yang Baru Saya Pahami
Dulu saya hanya tahu tanaman ini sering direbus oleh ayah dan kakek ketika mereka sakit pinggang.
“Pang ngalakeun daun kumis ucing di buruan!” kata ayah ketika meminta bantuan saya mengambilkan daun kumis kucing di halaman rumah. Maka saya akan mengambilkannya segenggam seperti perintah ayah.
Belakangan saya baru memahami bahwa daun kumis kucing atau Orthosiphon aristatus memang dikenal sebagai tanaman herbal yang baik untuk kesehatan ginjal dan saluran kemih. Khasiat diuretiknya membantu mengatasi infeksi saluran kemih dan batu ginjal.

Saya akhirnya mengerti mengapa ayah dan kakek dulu rutin meminum rebusan daun ini. Rupanya mereka pernah mengalami infeksi saluran kemih yang berefek ke sakit pinggang. Seperti kurang minum atau terlalu lama duduk saat bekerja.
Selain itu, kumis kucing juga dipercaya membantu menurunkan tekanan darah karena dapat membantu melebarkan pembuluh darah. Tanaman ini cukup baik digunakan untuk membantu mengatasi hipertensi ringan hingga sedang.
Tidak hanya itu, kumis kucing juga dikenal dapat membantu mengontrol gula darah, meredakan peradangan dan nyeri sendi, serta berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.
Karena itulah saya semakin senang melihat tanaman ini tumbuh subur di halaman rumah. Rasanya seperti memiliki penjaga kesehatan alami untuk keluarga.
Untuk cara menggunakannya, saya masih ingat bagaimana ayah dulu merebus segenggam pucuk daun kumis kucing yang masih segar, sekitar 100–120 gram, dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Air rebusan itulah yang kemudian diminum.
Saya berharap tanaman ini tidak perlu digunakan karena alasan sakit. Namun, bila suatu hari ada yang membutuhkan, silakan petik daun-daunnya di halaman rumah ini.
Kumis kucing kini tumbuh subur dan memberi banyak manfaat. Lain kali, saya ingin kembali bercerita tentang tanaman herbal lain yang penuh kenangan dan khasiat.
Semoga bermanfaat.
_____
Terima kasih sudah membaca. Temukan artikel menarik lainnya hanya di Ruang Pena
