Sertifikasi Guru Harus Diimbangi dengan Dedikasi

Sertifikasi profesi

Sertifikasi profesi guru harus diimbangi dengan dedikasi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Iis Suryatini, M.Ag. sebagai Kasi Bimbingan dan Pengembangan PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung (Solokanjeruk/10 Februari 2023)

Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) TK Kabupaten Bandung menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Guru TK Tersertifikasi di Vila Kancil Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung (Jumat, 10 Februari 2023).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pembinaan bagi guru TK yang sudah tersertifikasi baik oleh Dinas Pendidikan maupun Departemen Agama yang dilakukan di empat wilayah kabupaten Bandung dengan hari dan waktu yang berbeda.

Di wilayah timur Kabupaten Bandung sendiri, bertempat di Vila Kancil Kampoeng Sunda Wahana Taman Hiburan Kecamatan Solokan Jeruk, dihadiri oleh 219 orang guru tersertifikasi dari 8 kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Ciparay, Pacet, Majalaya, Paseh, Solokanjeruk, Ibun, Cikancung dan Nagreg.

Read More

Dihadiri pula oleh para pengawas wilayah masing-masing, kegiatan pembinaan berlangsung dari pukul 08:00 s.d. 14:00. Rangkaian kegiatannya terdiri dari pembinaan dari Kasi Bimbingan dan Pengembangan PAUD (Dr. Iis Suryatini, M.Ag.), pengarahan dari Sekdis Kabupaten Bandung (Euis Sumiati, S.Pd.), dan materi IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka yang disampaikan oleh Dr. Tjitji Wartisah, S.Pd. M.Pd.

Kasi Bimbingan dan Pengembangan PAUD Kabupaten Bandung, Dr. Iis Suryatini, M.Ag. menyampaikan bahwa guru yang sudah tersertifikasi adalah guru yang patut lebih dapat bersyukur karena telah menjadi bagian dari guru TK yang tersertifikasi di kabupaten Bandung dari ribuan guru TK lain yang belum mendapatkan kesempatan tersebut.

Namun di balik kesejahteraan yang memiliki peningkatan, Kasi Binbang tersebut mengingatkan agar jangan sampai lupa bersyukur atas apa yang sudah didapatkan.

Cara bersyukur atas takdir baik sebagai guru sertifikasi adalah dengan cara senantiasa mau berbenah diri untuk menjadi guru yang lebih baik, dan betul-betul menjadi guru profesional. Mengimbangi sertifikasi dengan dedikasi yang tinggi.

“Takdir kita harus diimbangi dengan dedikasi yang tinggi,” imbuhnya.

Iis pun mengajak guru sertifikasi untuk menunjukkan kinerja dan kualitas terbaik agar tidak menimbulkan kesan buruk dan rasa iri dari yang lain guru yang belum sertifikasi.

“Agar tidak menimbulkan prasangka dan rasa iri hati dari yang lain, maka bagi yang sudah mendapatkan sertifikasi guru profesional, mari tingkatkan kinerja dan kualitas kita,” ujar Iis.

Guru sertifikasi adalah guru yang sudah dinyatakan sebagai guru professional. Maka dari itu hendaknya bersikap, berprilaku dan profesional dalam mendidik.

Guru sertifikasi adalah guru-guru yang harus sudah terbebas dari “penyakit” yang kerap muncul di kalangan pendidik. Seperti kurangnya disiplin, mengajar tanpa perangkat dan perencanaan, ketidaksiapan dalam materi dan media pendukung, kurangnya referensi, malas membaca dan mencari informasi baru, gaptek, malas berkembang dan meningkatkan kemampuan diri,  membiarkan dan abai pada peserta didik, serta penyakit lain yang harus dihilangkan.

Guru sertifikasi hendaknya mengajari siswa menggunakan cara yang penuh dengan inisiatif, reflektif, inovatif, dan inspiratif.

“Semua penyakit yang sering timbul tadi harus diatasi dengan ASPIRIN yaitu Ajari Siswa dengan penuh inisiatif, reflektif, inovatif, dan inspiratif,” pungkas Iis.

Pembinaan pun dilanjutkan oleh Sekdis Kabupaten Bandung sampai dengan pukul 11:00 dan dilanjutkan dengan materi Implementasi Kurikulum Merdeka yang disampaikan apik dan menarik oleh Dr. Tjitji Wartisah, M.Pd. dengan materi tentang kurikulum merdeka yang sangat luar biasa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *