Sering Dikira Jutek, Inilah yang Sebenarnya Terjadi Pada Perempuan dengan Ekspresi Datar

Sering dikira jutek atau judes adalah hal yang sangat menyakitkan. Bagaimana tidak, ketika hati sudah tulus, tidak ada masalah dengan siapapun, tetapi malah mendapat kesan buruk dari orang lain. Terutama dari mereka yang baru kenal dan belum mengenal lebih dekat.

Namun nyatanya bukan hanya dari orang yang baru kenal. Orang yang sudah kenal lama pun nyatanya malah memberi kesan yang sama. Katanya, “judes”, “jutek”, bahkan ada yang bilang kalau wajah kita menyeramkan.

Bayangkan, bagaimana rasanya mendapatkan julukan seperti itu!

Perempuan memang ditakdirkan sebagai manusia yang lebih lembut daripada kaum lelaki. Begitu pula dengan pendapat kebanyakan orang. Perempuan memang “disetting” sebagai orang yang harus selalu lemah lembut dan ramah. Jadi ketika sedikit saja perempuan tidak bersikap ramah, maka itu adalah kesalahan fatal dan menyalahi kodrat. Beda dengan kaum lelaki. Mereka tidak akan terlalu dipermasalahkan ketika memiliki sikap yang garang sekalipun.

Read More

Namun pernahkah terpikirkan bahwa perempuan yang sering dicap jutek atau judes itu sesungguhnya tidak pernah menyengaja untuk benar-benar jutek sama orang lain?

Dari beberapa artikel tentang perempuan berwajah jutek yang saya himpun, maka inilah yang sebenarnya terjadi pada perempuan yang sering dikira jutek.

1. Sebagian orang memang terlahir dengan bentuk dan mimik jutek sejak lahir.

Pada awalnya, banyak yang mengira (termasuk saya), bahwa mimik muka jutek dan judes itu merupakan ekspresi yang dipengaruhi emosi seseorang. Namun nyatanya tidak. Pada beberapa orang ekspresi wajah jutek dan judes didapatkan karena pengaruh genetika alias menjadi bawaan lahir.

Meskipun dalam hatinya tidak sedang marah atau kesal, tidak pula sedang menyimpan dendam, tetapi wajah mereka menunjukkan ekspresi yang datar, tampak bosan, bahkan terkesan tidak ramah. Itulah mengapa mereka sering dianggap sebagai seseorang yang tidak menyenangkan.

2. Perubahan mimik muka lebih drastis daripada pada orang yang memiliki mimik yang biasa (tidak jutek)

Semua orang tentu memiliki emosi yang kadang muncul menjadi sebuah ekspresi di wajahnya.

Dilansir dari hellosehat.com bahwa ada sebuah penelitian yang dilakukan menggunakan perangkat lunak yang dapat membaca ekspresi manusia.

Tertulis di artikel tersebut, bahwa hasil penelitiannya, menemukan rata-rata ekspresi wajah manusia terdiri dari 97% ekspresi wajah netral dan 3% sisanya menunjukkan emosi kecil, seperti sedih, senang, atau marah.

Akan tetapi, orang yang berwajah jutek menunjukkan tingkat emosi hingga 6% di wajahnya. Artinya, walaupun kadar emosinya sama dengan perempuan lain, ekspresi yang muncul pada perempuan berwajah jutek akan lebih ekstrim dibandingkan dengan mereka yang memiliki wajah biasa karena muncul dengan reaksi dua kali lipat. Hal ini lah yang menyebabkan orang jutek dianggap lebih menyeramkan ketika marah atau meluapkan ekspresi kesal dan lainnya.

3. Perempuan pemilik muka jutek tidak pandai berpura-pura

Perempuan yang berwajah jutek cenderung tampil apa adanya. Dia adalah seseorang yang tidak pandai berpura-pura.

Merupakan hal paling sulit dilakukan perempuan berparas datar untuk pura-pura senang. Memaksa bibirnya untuk senyum terlalu lebar malah akan membuat dirinya menjadi aneh dan terkesan tidak tulus.

Karena itu, ia lebih baik pasrah pada kondisi wajahnya yang sejak lahir tercipta demikian adanya.

Oleh sebab itu, perempuan jutek terpaksa harus tetap dinilai buruk dan tidak ramah oleh siapapun yang belum mengenalnya.

4. Sering belajar berkomunikasi

Entah karena menyadari bahwa wajahnya jutek, tidak jarang orang yang berparas jutek lebih bersemangat untuk mempelajari ilmu komunikasi. Bagaimana caranya berbicara di depan banyak orang, bagaimana caranya ia meloby dan memengaruhi pihak lain.

Banyak terbukti, orang yang memiliki mimik muka jutek da judes adalah pembicara yang baik dibandingkan dengan mereka yang memiliki mimik muka lebih ramah..

5. Merasa sedih dan merasa dituduh berlebihan

Meskipun orang yang memiliki mimik wajah jutek dan judes cenderung lebih mandiri dan tidak manja, tetapi ia pun sering merasa sedih karena dituduh berlebihan oleh orang lain.

Disebut tidak ramah, menyebalkan, bahkan menyeramkan, membuat dia sering dijauhi oleh orang lain hanya karena ia pernah kesal dengan ekspresi yang dianggap berlebihan.

Akhirnya perempuan berwajah jutek lebih sering menahan diri untuk berbicara, menahan diri untuk menyampaikan perasaannya, karena takut semakin dijauhi.

Namun nyatanya tindakan memendam rasa tersebut malah semakin membuat wajahnya menjadi lebih menyebalkan karena ada kesedihan di sana.

Setiap emosi perlu diekspresikan agar tidak menumpuk lalu meledak tak tertahankan. Namun akan menjadi sesuatu yang fatal jika ledakan itu muncul dari orang yang sejak lahir memiliki ekspresi datar, judes dan jutek.

Namun apa mau dikata, itulah yang sering terjadi pada perempuan berwajah jutek, meskipun sama sekali mereka tidak pernah menginginkannya.

Semoga bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *