Semesta

Semesta

Hanya pada dunia aku bersuara

Hanya pada samudera aku bercerita

Pada mereka keluhku pernah riuh

Pada mereka tangisku mengiris

Read More

Air mataku bak air terjun

Jeritanku terdengar seperti petir

Ma.

Aku pernah bertanya pada mereka

Kenapa aku harus menjadi anak piatu saat itu?

Ya, saat kamu pergi lebih dulu

Tenggorokanku pedih Ma. Sakit

Saat aku mendapati bqhwa jiwaku hampir padan dan seperti dicekik takdir

Dulu aku sulit menerima

Hari ini aku menemukan diriku yang baru

Yang tak punya siapa-siapa

Hanya punya jiwa

Jiwa yang hampir patah

Jiwa yang setiap hari ku rakit untuk menghadapi rasa sakit

Mama yang tenang di sana

Jangan pernah mengkhawatirkanku

Aku tenang

Menenangkan diri


"Semua konten menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi RuangPena."

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *