Tidak terasa hari raya Idul Fitri sudah terlewati, artinya kita sudah meninggalkan bulan suci Ramadan.
Bulan Ramadan identik dengan ibadah puasa dan amaliah ibadah selama satu bulan penuh. Puasa merupakan salah satu syariat Islam. Bahkan ibadah puasa menjadi salah satu pilar pokok dalam ajaran Islam, yang bertujuan untuk meraih derajat ketaqwaan di sisi Allah Subhanahu wa Taala. Dimana di bulan penuh berkah ini seluruh umat muslim menjalankan ibadah puasa, memperbaiki kualitas diri dan meningkatkan ibadah yang lainya.
Akan tetapi ada salah satu kebiasaan ketika Ramadan berlalu kebiasaan yang senantiasa dilakukan selama Ramadan terhenti, dan seringkali lupa semangat beribada selama dibulan suci tersebut.
Oleh karenanya, penting bagi kita untuk senantiasa mempertahankan semangat, dan terus beramal sehingga menjadi peribadi yang mendapatkan mekna selama bulan Ramadan meskipun telah berlalu. Berikut empat hal penting yang harus kita ingat agar amalan selama bulan Ramadan tetap berlanjut:

Pertama, Merutinkan aktivitas ibadah yang sudah dilakukan selama Ramadan
Tanpa disadari, ternyata seringkali kita terjebak pada rutinitas harian ya, sibuk dan bahkan seringkali lupa pada rutinitas di bulan suci Ramadan. Namun menjaga ibadah rutin harian itu menjadi sangat penting, seperti rutin menjalankan salat lima waktu berjama’ah, tadarus Al-Qur’an, Qiyamullail, dzikir dan ibadah yang lainya yang sudah terbiasa dilaksanakan selama bulan Ramadan.
Disiplin ibadah rutin ini adalah Langkah besar dan kesempatan untuk menjadikan kebiasaan baik dan momentum bagian dari kebiasaan baik kesaharian.
Kedua, Mendisiplinkan kepedulian sosial dan kedermawanan
Salah satu ciri khas di bulan suci adalah banyaknya amal yang dilakukan, seperti memberikan sedekah kepada yang membutuhkan. Setelah bulan suci, kita harus tetap berusaha mebiasakan kebiasaan tersebut. Bukan hanya uang, tetapi waktu, tenaga dan perhatian.
Ketiga, menjadikan bulan suci sebagai momentum meningkatkan spritualitas
Sudah tidak asing di khalayak umat Islam, bahwa bulan puasa adalah bulan penuh berkah, bulan suci. Maka sudah sejatinya Ramadan dijadikan sebagai bulan pembersihan dan penyucian jiwa, mendekatkan diri kepada Allah dan momentum pembersihan jiwa dari dosa dan kekhilafan. Melalui puasa seorang mukmin di ingatkan untuk menjaga diri dan saling merasakan kesulitan orang-orang di sekelilingnya.
Keempat, mencapai tujuan derajat hakikat ketaqwaan
Tujuan puncak dari puasa adalah ketaqwaan, sesuai dengan dalil perintah berpuasa. Inilah tujuan utama, taqwa menjadi bekal penting untuk melanjutkan kehidupan sesudah bulan Ramadan, sehingga diakhir usia menjadi manusia istimewa yang selalu dirindukan surga melalui pintu puasa, Insyaallah.
Mudah-mudahan point di atas menjadi pengingat bagi kita semua, bulan suci berakhir bukan menjadi sebuah akhir melainkan menjadi sebuah pengingat untuk senantias berusaha menjadi peribadi yang lebih baik.
