ilustrasi indah yang sirna (gambar: Garv Chaplot/Unsplash)
Indah yang Sirna
Oleh, Diantika IE
Di tanah yang subur hamparan hijau sawah terbentang
Padi disemai tumbuh dan berbuah di dalam lumpur
Nyanyian petani merdu bersahutan
Burung dan belalang berterbangan, riang
Sungai berliku elok dipandang
Airnya jernih ikan berenang
Sejuk mengalir dari hulu hingga hilir
Mengalir harapan sumber kehidupan
Tapi kini, semuanya berubah
Sawah hilang gedung bertumbuh
Tak ada lagi hijau yang memanja mata
Burung bersedih meratapi nasib
Belalang hilang punah dan musnah
Petani nganggur tak punya kerja
Lihatlah sungai di sana
Air jernih berganti hitam, berlumpur
Ikan mati keracunan limbah
Aroma busuk berbau sampah
Sesak di dada serasa mau muntah
Alam yang indah, mengapa kau harus berubah?
Demi keinginan dan ego semata
Tanpa tanggung jawab yang tersisa
Bisakah membangun tanpa harus memusnahkan?
Dapatkan mebuat tanpa harus merusakkan?
