Puisi: Aku dan Cacian Rindu

Cacian rindu

Aku adalah cacian

Yang tak kunjung berkesudahan daripada rindu

Di antara lebam dan peliknya hati

Terangkai jasad kaku di ujung penantian

Read More

 

Aku pun Rindu

Yang berbenam di dalam caci maki

Dengan gelisah pula

beriring sendu

 

Rinduku bercaci

Di antara peraduan yang tertinggal

Di antara tawar menawar akan perangnya hati dan emosi

Tapi tak dapat ku sandingkan

Sementara waktu terus bermanja mengejekku

 

Aaah!

Aku rindu bercaci duka

Aku dan di antara episode kosongku

Berjamah dalam sirat yang tertahan

 

Isah, Pelangi Muda, Juni/28’24

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *