Ilustrasi gambar Tindakan Perundungan (sumber: Unsplash/nnithinn)

Tindakan perundungan yang dilakukan anak-anak kini menjadi sorotan. Banyak orang tua yang cemas bahkan menjadi overthinking dan berakibat pada tindakan perlindungan yang berlebihan alias over protektif pada anak, hingga orang tuanya sendiri mengambil langkah yang salah.
Contoh kasus, ketika seorang anak mendapatkan teguran dari guru di sekolah, orang tua langsung mempolisikan guru tersebut tanpa memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan dan mencari solusi sama-sama dengan berangkat dari duduk permasalahannya terlebih dahulu.
Kasus lain sebelum itu, ada orang tua siswa yang tidak terima anaknya ditegur oleh guru hingga mengadili guru dengan tangannya sendiri dengan menggunakan ketepel yang mengakibatkan kebutaan pada sang guru.
Dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja. Ketika sekolah dituntut untuk berlaku adil, dituntut untuk menjadi pendidik bagi siswanya, di sisi lain orang tua belum semuanya pandai memilih dan memilah tindakan mana yang tepat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.
Orang tua yang terlalu sayang dan terbiasa memanjakan anak, mata dan nuraninya tertutup dengan aduan dan keluhan anak tersayang. Anak yang selama ini dibesarkan dan dijaga mati-matian. Namun apakah selalu memenangkan anak adalah tindakan yang tepat?
Mari kita simak apa sih sebenarnya yang harus dilakukan orang tua untuk mencegah dan mengatasi tindakan perundungan pada anak, sehingga orangtua melakukan peran yang tepat.
-
Memahami ciri-ciri anak yang terlibat perundungan
Kendati memiliki kesibukan yang luar biasa sebagai sebagai seorang ibu, dan sibuk bekerja bagi seorang ayah, yang namanya orang tua wajib menyempatkan diri untuk memahami kondisi anaknya. Sebagai orang tua, kita perlu memahami ciri-ciri dan juga gelagat anak yang terlibat dalam perundungan.
Orang tua harus waspada jika mendapati anak murung, gelisah/gusar, tidak tenang, mudah cemas dan marah, takut dan mudah tersinggung, cenderung menyendiri, enggan pergi ke sekolah, bahkan akibat lain sampai terdapat luka atau memar. Jika mendapati tanda-tanda tersebut, orangtua dapat mengantisipasi perundungan jauh sebelum lebih parah. Orang tua dapat menggali informasi dari anak dengan cara yang membuat anak nyaman dan tidak merasa diintrogasi dan diintimidasi. Lakukan pula kroscek ke sekolah dengan menemui wali kelas, guru BK atau langsung ke kepala sekolah.
-
Memberikan pemahaman tentang akibat perundungan dan bagaimana anak menyikapinya
Perundungan atau pembulyan merupakan sesuatu yang dapat memberikan dampak buruk, baik bagi pelaku maupun korban. Orang tua perlu meneankan kepada anak bahwa ada risiko dan juga dampak-dampak negatif dari perundungan bagi korban maupun pelaku.
Bagi korban, dapat menimbulkan trauma dan ketakutan, luka secara mental pun tidak dapat dihindarkan. Sedangkan bagi pelaku, perundungan dampaknya bisa semakin menjadi-jadi, lebih berani melakukan tindakan buruk, kriminal, dikeluarkan dari sekolah, hingga dihukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
-
Menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman
Salah satu langkah untuk pencegahan perundungan adalah menciptakan suasana rumah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Banyak fakta bahwa pelaku perundungan rata-rata berlatar belakang kurang baik dalam keluaraganya. Entah itu karena kesalahan pola asuh, ketidak harmonisan orang tua, luka batin yang belum sembuh, serta lingkungan rumah dan permainan yang kurang kodnusif.
Rumah adalah salah satu tempat yang bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak. Oleh karena itu, orang tua harus dapat menjadi tempat yang aman dan hangat bagi sang anak. Misalnya dengan memberikan perhatian kasih sayang, penghargaan kepada anak, serta meningkatkan komunikasi yang baik antarkeluarga. Jika ada konflik, sebisa mungkin tidak membiarkan anak terlibat terlalu dalam dalam konflik yang terjadi.
-
Melatih keterampilan sosial anak
Anak yang tidak memiliki rasa percaya diri dan jarang bergaul kadang menjadi pemicu anak menajdi korban perundungan. Melatih anak untuk menjadi pemberani, mudah bergaul dan mengajarkan keterampilan sosial pada anak agar lebih percaya diri di lingkungan baru, ramah dan murah senyum, peduli terhadap perasaan orang lain, serta kebiasaan saling menolong akan mengurangi kemungkinan perlakuan perundungan.
Itu lah peran penting orang tua yang bisa dilakukan dalam rangka mencegah tindakan perundungan agar tidak terjadi pada anak. Orangtua selaiknya memahami dan lebih peka terhadap kondisi sosial anak. Semoga hal-hal yang mengarah kepada perundungan dapat diatasi sedini mungkin dan dapat terhindarkan.
Semoga bermanfaat.
*Artikel ini sudah tayang di web sekolah Mutiara Embun Pagi mutiaraembunpagi.com 10 Oktober 2023 dengan judul yang sama.
