Pembina Pramuka UIN: Orang Pramuka Harus Mampu Menjadi Inspirasi

Dr. Pepen Supendi, M.Ag.
Sumber Foto: Uus Musana

Pembina Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung diwakili oleh Dr. Pepen Supendi, M.Ag., memberikan sambutan sekaligus membuka acara Latihan Gabungan Pramuka Penegak dan menyampaikan pesan berharga pada pidatonya, Pramuka harus mampu menginspirasi.

Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah Gugus depan teraktif yang senantiasa memiliki rangkaian acara dan kegiatan terpadat sepanjang tahun. Salah satunya adalah rangkaian kegiatan Latihan Pengelolaan Ambalan dan Racana (LPAR) yang baru-baru ini digelar, menyelenggarakan Kegiatan Latihan Gabungan besar-besaran yang diperuntukkan bagi anggota Pramuka Penegak se-Jawa Barat. (Minggu/29 Januari 2023)

Acara yang bertajuk “Recovery Scout 2023” tersebut dimulai sekitar pukul 08:30 setidaknya dihadiri oleh kurang lebih 337 peserta dari sekitar 30 lembaga pendidikan setingkat SMA/SMK/Madrasah Aliyah dan sederajat. Seperti tema yang diusung, acara ini tentunya bertujuan untuk membangkitkan kembali Gerakan Pramuka yang sempat beristirahat dan mengurangi kegiatan karena adanya pembatasan aktivitas pada masa wabah Covid-19 lalu.

Dr. Pepen Supendi M.Ag, sebagai sekretaris Gudep, mewakili para Pembina Pramuka UIN Gugus Depan 23001-23002 berkesempatan memberikan sambutan sekaligus membuka acara Latihan Gabungan Pramuka Penegak tersebut dan menyampaikan pesan berharga pada pidatonya.

Gerakan Pramuka UIN Sunana Gunung Djati Bandung
Sumber Foto: Uus Musana

Dalam sambutannya Pepen menyampaikan amanah kepada para peserta dan semua yang hadir di sana bahwa Pramuka selaiknya tidak untuk dijadikan tujuan. Melainkan harus dijadikan sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih bijak dalam menghadapai kehidupan yang tidak luput dari permasalahan.

Read More

“Hidup tidak akan pernah luput dari masalah. Maka solusi yang diambil pun pasti merupakan sebuah masalah. Bahkan orang yang tidak memiliki masalah pun merupakan masalah,” ujarnya.

Menurut Pepen, orang yang akan memenangi tantangn kehidupan adalah bukan orang yang pintar, melainkan orang yang bijak. Untuk itu, ia mengajak para anggota agar memaksimalkan Gerakan Pramuka sebagai tempat untuk menempa diri dalam memaksimalkan potensi untuk memersiapakan masa depan. Melalui Gerakan Pramuka diharapkan orang yang mengaku dirinya sebagai pramuka bisa menjadi manusia yang bijak dan mampu menginspirasi.

Gerakan Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Sumber Foto: Uus Musana

Pepen juga menyampaikan perbedaan anggota pramuka menjadi beberapa tingkatan.

“Anggota biasa ia hanya memiliki kemampuan untuk memberi tahu tentang pramuka. Pramuka yang baik, ia mampu menjelaskan. Pramuka yang lebih baik ia akan memiliki kemampuan untuk mendemonstrasikan. Namun Pramuka yang terbaik adalah ia yang mampu menjadi inspirasi bagi yang lainnya,” papar sekretaris pribadi Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini dalam sambutannya.

Kegiatan Latihan Gabungan dilaksanakan hingga sore hari dengan diisi oleh paparan materi dan praktik tentang kepramukaan, tentunya disampaikan oleh para Pembina dan Purna Pramuka yang memang kompeten di bidangnya, seperti Kak Uus Musana, M.Ag., Kak Cepi Budiyanto, M.Pd, Kak Idad Idul Adha, S.Ag., Kak Suci Agustina Hidayat, S.Sos.I, Kak Popon Sahara, M.Ag,. dan pembina serta purna lainnya yang turut hadir di acara tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments