Menjaga Diri Dari Fitnah: Refleksi Atas Ajaran Ibnul Qayyim dan Makna Ramadan

Menjaga diri dari fitnah

Ramandan sebentar lagi berakhir. Berhari-hari lamanya kita berlatih untuk lebih menjaga diri dari fitnah yang tentunya akan menjerumuskan kita ke dalam api neraka.

قال ابن القيم: “دخل الناس النار من ثلاثة أبواب: باب شبهة أورثت شكا في دين الله، وباب شهوة أورثت تقديم الهوى على طاعته ومرضاته، وباب غضب أورث العدوان على خلقه” (الفوائد : 58)

Ibnu Qayyim berkata: “Manusia masuk neraka melalui tiga pintu:

1. Pintu syubhat yang membawa pada keraguan dalam agama,

2. Pintu syahwat yang membawa pada sikap mendahulukan hawa nafsu dari pada ta’at kepada Allah dan mengharap ridhaNya,

3. Pintu marah yang membawa pada permusuhan dengan sesama makhluk” (Al-Fawaid: Hal. 58)

Dalam pernyataannya Ibnu Qayyim melukiskan bahwa melalui tiga pintu gelaplah hati manusia sehingga mulus menuju neraka: pintu syubhat yang mengaduk-aduk ragu dalam kebenaran agama, pintu syahwat yang merangkul hawa nafsu lebih dari taat kepada Sang Pencipta serta mencari keridhaan-Nya, dan pintu ghadab yang memunculkan kemarahan hingga menyebabkan permusuhan di antara sesama makhluk.

Syubhat, dalam perangai, adalah kerancuan, di mana kebenaran dan kesesatan saling tercampur hingga tidak terlihat jelas. Sedangkan syahwat adalah kecenderungan memenuhi hawa nafsu tanpa memedulikan ketaatan kepada Allah SWT serta ridha-Nya. Sementara ghadab adalah ledakan amarah yang mengaburkan pikiran dan mengotori jiwa, menghasilkan perbuatan yang merugikan.

Ketiga sifat ini membawa ancaman besar, membuka gerbang dosa dan kekejian yang mengarah pada kehancuran. Kita berkewajiban untuk menjaga diri dari godaan ketiga sifat tersebut.

Imam Ibnul Qayyim melanjutkan, “Asal dari segala fitnah (kecelakaan hidup)  adalah mendahukan dan mengutamakan pikiran di atas ajaran syara (agama), dan mengutamakan hawa nafsu di atas akal. Yang pertama adalah akar dari fitnah syubhat, yang kedua adalah asal dari fitnah syahwat. Fitnah syubhat dapat dicegah dengan keyakinan (ilmu), sedangkan fitnah  syahwat dapat dihadapi dengan kesabaran.

Mari senantiasa berusaha untuk menjaga diri dari fitnah yang telah dibahas di atas di bulan Ramadan yang suci ini dengan harapan amalan kita menjadikan pintu neraka tertutup, karena dalam bulan ini kita diajarkan untuk mengendalikan dan melindungi diri dari tiga yang fitnah berbahaya itu: syubhat, syahwat, dan amarah.”

Wallahu ‘alam bis shawab!


"Semua konten menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi RuangPena."

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *