Aroma gurih ayam goreng berpadu dengan kelembutan tulang yang bisa dimakan, selalu menggoda selera. Kenangan itu mengantarkan saya pada kisah awal mula usaha ayam goreng tulang lunak yang saya rintis beberapa tahun lalu.
Berawal dari rasa penasaran saat mencicipi ayam tulang lunak di Baypas Cibeureum milik Pak Engko, pertanyaan demi pertanyaan terus berputar di kepala saya. Bagaimana cara memulai usaha ini? Berapa modal yang diperlukan? Di mana tempat yang strategis untuk berjualan?
Kegigihan membawa saya pada secercah harapan. Kabar dari istri tentang Yomart di Jalan Sentral dengan halaman luas yang bisa disewa, menjadi titik balik. Tak gentar dengan modal awal yang terbatas, saya menyewa tempat tersebut dengan harga Rp 500.000 per bulan.
Perlahan namun pasti, mimpi itu mulai terwujud. Etalase senilai Rp 1,5 juta dan perabotan masak melengkapi “dapur” kecil saya. Tak lupa, rasa terima kasih tercurah kepada Pak Teddi Muhtadin yang meminjamkan modal tambahan sebesar Rp 1 juta.
Doa dan kerja keras mengantarkan hasil yang manis. Ayam goreng tulang lunak saya mulai digemari. Terutama oleh pemilik material di Jalan Cibabat yang rutin memesan 5 porsi setiap hari. Bahagia menyelimuti hati, melihat usaha kecil ini perlahan berkembang.
Namun, di tengah kebahagiaan itu, cobaan menghampiri. Etalase saya dibobol maling! Seluruh perabotan masak raib, meninggalkan kerugian sebesar Rp 1,5 juta. Mimpi yang baru saja dirajut, seketika runtuh.
Air mata istri tak terbendung. Bukan karena kehilangan barang, tapi karena beban hidup yang semakin berat. Kost, listrik, dan iuran sampah menanti untuk dibayarkan. Di tengah keterpurukan, saya tak patah semangat. Segala upaya dilakukan untuk bangkit kembali. Melamar pekerjaan di berbagai kantor penerbit menjadi jalan alternatif untuk menghidupi keluarga.
Kisah ini adalah pengingat bahwa dalam perjalanan menuju mimpi, rintangan dan cobaan selalu ada. Kegigihan, keteguhan hati, dan semangat pantang menyerah adalah kunci untuk melewatinya. Meskipun mimpi ayam goreng tulang lunak saya harus tertunda, saya yakin suatu hari nanti, api semangat itu akan kembali berkobar dan membawa saya meraih kesuksesan.
