Kaidah Umum Perilaku di Tempat Kerja

Perilaku di tempat kerja

Hallo para pejuang nafkah di manapun berada. Semuanya pasti tahu bahwa perilaku di tempat kerja adalah kunci kenyamanan dalam bekerja.

Melakukan yang terbaik adalah salah satu cara agar kita tetap bisa bekerja sama dan tidak dijauhi teman satu profesi bahkan diberhentikan dari tempat bekerja.

Tidak dapat dipungkiri, jika pekerjaan adalah sebuah hal yang selayaknya diperlakukan istimewa. Dengan bekerja lah kita mendapatkan upah untuk biaya hidup sehari-hari. Apalagi bagi mereka yang memiliki tanggungan anak, istri dan keluarga yang lainnya. Mau tidak mau, harus berusaha semaksimal mungkin agar tidak kehilangan pekerjaan bukan?

Meskipun di luar sana banyak sekali yang bicara, “tidak perlu terlalu keras bekerja, keluarga di rumah lebih penting. Perusahaan kehilangan kamu, maka akan langsung diganti dengan yang lain. Namun jika kamu sampai sakit bahkan mati karena terlalu lelah bekerja, maka keluargalah yang akan mengalami rasa kehilangan terbesar.”

Read More

Kalimat itu memang benar. Namun tidak juga selalu benar. Karena apapun, dalam hidup selalu memiliki unsur hak dan kewajiban.

Ketika seseorang telah berkeluarga maka ia memiliki kewajiban menafkahi, menghidupi keluarganya. Setelah menunaikan kewajiban, tentu anggota keluarga berkewajiban memberikan penghargaan berupa kasih sayang, perhatian, dan penjagaan dalam keluarga. Seorang ayah yang sudah lelah bekerja berhak dipatuhi, dijaga dan dirawat selama sakit dan sehatnya.

Lantas, ketika seseorang sudah bergabung di sebuah perusahaan tempatnya bekerja, sudah tidak berbicara lagi soal keahlian yang dimiliki. Sehebat apapun kemampuannya, untuk mendapatkan hak upah dan atau apapun dalam bentuk tunjangan kesejahteraannya tentu memiliki kewajiban yang harus ditunaikan.

Di mana pun tempat kerjanya dan sebagai apapun posisinya, maka kaidah umum sebagai seorang pekerja/karyawan di perusahaan atau tempat kerja apapun adalah;

1. Taati peraturan tertulis yang berlaku

Ketika pertama kali melamar pekerjaan, maka selayaknya seorang pelamar terlebih dahulu membaca profil instansi atau perusahaan yang mau dijadikan tempat mengajukan lamaran pekerjaan.

Dengan mempelajari dan memerhatikan visi misi instansi, maka calon pelamar tentunya sudah harus memposisikan diri harus berlaku seperti apa.

Ketika Anda diterima, tentunya pihak perusahaan akan memberikan serentetan informasi tentang tata tertib dan peraturan yang berlaku di tempat tersebut.

Pelajari dan pahami semuanya! Setelah itu lakukan dan patuhi sebisa mungkin. Karena pada dasarnya peraturan dibuat untuk dipatuhi bukan hanya tulisan atau pajangan belaka.

2. Patuhi peraturan atau tata tertib yang tersirat

Seperti peribahasa, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Di beberapa tempat, ada beberapa peraturan dan kebiasaan yang tidak tertuang dalam peraturan dan tata tertib. Akan tetapi ada beberapa hal yang boleh jadi merupakan peraturan umum yang harus tetap dipatuhi.

Misalnya saja, tentang membuang sampah pada tempatnya, mematikan keran air saat tidak digunakan, menutup kembali pintu, mengantre, bicara pelan, menggunakan kalimat ajaib (tolong, maaf, terima kasih), berpakaian yang sopan dll.

Lakukan sebaik mungkin. Seburuk apapun karakter Anda ketika di rumah, maka bersikap baik lah selama bekerja. Meskipun tidak berkarakter baik, tetaplah belajar untuk menjadi pribadi yang manis dan menyenangkan.

3. Berlaku sesuai norma

Seperti yang disampaikan di poin dua. Mematuhi norma adalah kewajiban karyawan berikutnya. Di tata tertib pasti sudah tertulis bahwa setiap karyawan diwajibkan mematuhi norma yang berlaku. Namun tentunya, norma-norma di sana tidak ditulis secara terperinci.

Jadi, jika Anda adalah perantau atau memiliki agama yang berbeda dengan para pekerja yang lainnya, maka segeralah pelajari norma dan adat yang berlaku di daerah tersebut. Agar pergaulan lebih nyaman dan kondusif.

4. Tanggalkan ego, jaga sikap Anda

Menjadi diri sendiri memang hak semua orang. Tetapi bukan berarti orang lain wajib menerima Anda sepaket dengan hal-hal yang paling menyebalkan dari Anda.

Diri yang apa adanya adalah yang senantiasa menampilkan diri yang terbaik dan senantiasa menghargai orang lain.

Sikap toleransi yang baik selayaknya hadir dari diri kita terhadap perbedaan orang lain. Bukan merupakan tuntutan kita kepada orang lain agar senantiasa menerima kita selamanya.

Menyelaraskan diri dan saling menjaga sikap adalah kuncinya. Tanggalkan ego, kendalikan sikap sebelum orang lain mengendalikan Anda dalam bersikap.

5. Terbuka pada perubahan, saran dan kritikan

Perusahaan yang maju dan berkembang, menghendaki karyawan yang memiliki sikap keduanya; karyawan yang mau maju dan berkembang serta senantiasa membuka diri untuk meningkatkan kualitas diri.

Tanamkan mental pembelajar dalam diri Anda. Belajar tentang hal baru, belajar dari kesalahan, dan belajar lah dari kritikan dan saran yang didapatkan.

Perusahaan tidak menghendaki karyawan yang statis dan stagnan. Diam di tempat tanpa inovasi. Salah satu ciri orang yang mau berkembang adalah yang mau mencoba hal baru dan menerima tantangan dengan kesiapan serta niat untuk mengembangkan diri.

Eits, tapi bukan inovasi yang tidak terkendali ya. Setiap usulan tentunya harus sesuai dengan visi misi perusahaan dengan disampaikan melalui alur yang benar. Jangan lupa perhatikan jalur birokrasi agar usulan terbaik Anda diterima dengan baik dan tepat guna di tempat kerja Anda.

7. Memiliki rasa hormat kepada sesama

Sehebat dan secerdas apapun Anda, jangan pernah kehilangan rasa hormat kepada sesama.

Rasa hormat yang tulus tidak perlu mengkotak-kotakkan jabatan. Jangan karena seseorang menjadi atasan Anda lalu dihormati secara berlebihan. Lakukanlah dengan tulus.

Dengan ketulusan siapapun akan bisa Anda hormati. Orang yang lebih tua, orang lain sesama teman sejawat, atasan Anda apalagi.

8. Tunaikan tugas dan kewajiban tepat waktu

Atasan Anda membayar Anda untuk membuat perusahaannya bertahan, maju dan berkembang. Kerjakan apa yang menjadi tanggung jawab Anda sebaik mungkin.

Pelajari apa yang menjadi tugas di daftar jobdesk, lalu kerjakanlah satu per satu dengan tepat waktu.

Perusahaan tentunya memiliki target capaian yang harus dikejar dan semua sangat bergantung kepada cara kerja para karyawannya.

9. Kemampuan menempatkan diri

Kepandaian menempatkan diri adalah kemampuan utama yang harus dimiliki. Dengan kemampuan ini seorang karyawan tidak akan pernah merasakan kesulitan. Baik Bekerja secara mandiri, secara tim, berhadapan dengan klien, dengan bawahan, dengan atasan, atau siapapun.

Pelajari banyak hal tentang pergaulan yang baik agar Anda tetap disenangi. Lakukan dengan tulus, maka ketulusan Anda akan sampai kepada mereka.

Lingkungan kerja yang kondusif adalah lingkungan kerja yang diinginkan semua orang.

Mulailah dari Anda sendiri. Jadilah lingkungan terbaik bagi rekan-rekan kerja Anda.

Semoga bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *