Islam adalah agama rahmat. Akan tetapi, ketahuilah rahmat atau kasih sayang harus dibangun di atas ketaatan kepada Allah dan kepada rasul-Nya. Jangan sampai kasih sayang merusak ketaatan itu sendiri.
Sedangkan syaitan sangat rajin dan bersemangat mengganggu dada manusia. Hati adalah tempat ilmu, sedangkan dada adalah tempat bisikan-bisikan. Di dalam dadalah bisikan-bisikan itu bergejolak.
Apabila bisikan syaitan ini lebih kuat dan lebih dahsyat, maka menjadi penyakit dan akan bertambah sakit. Benih-benih kemunafikan mulai muncul dalam diri. Maka dari itu, pandai-pandailah menepis bisikan yang datang. Tepis, dan abaikan. Lawan dengan sekuat tenaga agar kita tidak sampai tergelincir terlalu jauh dari Allah.
Syaitan Suka yang Berlebih-lebihan.
Mashluk Allah yang satu ini sangat suka yang berlebih-lebihan. Menyukai orang-orang boros yang menghambur harta, dan semua urusan manusia ia campuri dengan suka cita tanpa jeda. Ini tidak terkecuali tentang masalah kasih sayang.
Apabila syaitan lebih cenderung kepada kasih sayang, maka kasih sayang itu akan dihiasi olehnya. Sampai seseorang yang memiliki kasih sayang itu, tidak akan marah kepada sesuatu yg dimurkai Allah.
Ada orang tua yang karena terlalu sayang kepada anak tidak menganggap bahwa meninggalkan solat adalah perbuatan yang buruk. Mereka membiarkan anak-anak yang mereka sayangi meninggalkan solat subuh karena kasihan jika dibangunkan. Orang tua yang tidak keberatan anaknya merokok, mabuk, pacaran bahkan lebih jauh dari itu. Bahkan ada orang tua yang tetap diam ketika anaknya menjadi pembangkang dan memanggil nama mereka dengan kasar.
Ada para suami yang karena sayang kepada istrinya sehingga mereka membiarkan istrinya tidak menutup aurat. Mengumbar lekuk tubuh kepada lelaki lain. Sampai jutaan mata bisa menikmati keelokan dan kecantikan istrinya itu.
Ada para lelaki yang katanya penuh dnegan kasih sayang, maka mereka mengumbar dan membagi perasaan tersebut kepada perempuan lain bahkan mengungkapkannya kepada perempuan-perempuan yang bukan menjadi haknya. Begitu pula sebaliknya.
Jangan sampai karena telalu sayang kita membiarkan kemunkaran terjadi. Karena puncak sayangnya orang tua adalah melindugi dan menjaga anak-anaknya dari kesyirikan. Puncak sayang suami adalah menjaga seluruh anggota keluarganya (anak dan istri) dari siksa api neraka. Sedangkan puncak kash sayang seorang lelaki terhadap perempuan adalah menjaga diri dari sekecil-kecilnya perbuatan zina dan menikahi perempuan yang secara sah.
Tulisan ini adalah pengingat diri. Sebagai renungan dan refleksi setelah menyimak kajian ilmu syar’i yang disampaikan salah satu ustaz di Mahad Al-Islam Al-Islamy.
