Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menayangkan Tulisan

menayangkan tulisan

Hal yang harus dilakukan sebelum menayangkan tulisan. Kalimat judul tersebut merupakan buah dari keresahan saya ketika membaca tulisan yang tidak menggunakan kaidah penulisan yang benar.

Lantas, apakah pembaca termasuk orang yang menaruh minat pada dunia kepenulisan? Atau Anda seorang dosen yang wajib menulis jurnal dan mengoreksi karya tulis mahasiswanya?  Atau mungkin Anda seorang marketing/humas di perusahaan? Apalagi Anda yang memang mengaku dan melabeli diri sebagai seorang penulis? Jika ada jawaban “ya” dari pertanyaan-pertayaan di atas, maka tidak ada salahnya melanjutkan membaca artikel ini karena ini sangat penting untuk disadari.

Semua orang yang berani menayangkan tulisan baik itu di media sosial pribadi yang berupa curhatan maupun di platform tertentu, memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bahasa Indonesia. Jika menulis tidak sesuai kaidah, berarti sudah melanggar poin ketiga Sumpah Pemuda yang berbunyi “Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Nah lho, kok serius amat?

Read More

Iya dong, harus serius! Mari kita lanjutkan!

Dengan adanya orang yang menulis, maka tatanan dan penggunaan bahasa Indonesia terlihat dengan sangat jelas. Berbeda dengan saat berbicara, bahasa Indonesia dalam bentuk tulisan harus benar-benar memerhatikan kaidah yang benar.

Namun kekinian, banyak penulis yang tulisannya bertebaran di mana-mana dan sudah dibaca ribuan bahkan jutaan orang tetapi masih belum mau memperbaiki kualitas tulisannya. Seperti ejaan yang keliru, penempatan tanda baca yang salah, serta kekeliruan lain yang sepertinya dianggap sepele. Kasus ini banyak ditemukan pada tulisan yang diposting di platform novel online, media atau website dengan berbagai genre, iklan dan pemaparan profil kampus, tulisan dan cuitan seorang akademisi, dan banyak lagi.

Padahal, mempelajari kaidah tulisan yang baik dan benar itu bukan hanya tugas orang yang melabeli dirinya sebagai seorang penulis. Semua orang perlu tahu dan belajar, karena akan sering bersinggungan dengan dunia tulis-menulis.

Anda mengetik pesan WA sekalipun kalau misalkan salah menggunakan tanda baca, bisa berakibat fatal. Mahasiswa yang sedang menggarap tugas akhir, bisa bolak-balik pembimbing gara-gara tulisannya berantakan. Dosen? Anda membimbing skripsi/tesis lho. Pertanggungjawabnnya berat.

Belum lagi, banyak penulis novel yang tulisannya sudah menarik, alur dan konflik yang dibuatnya pun cukup unik. Namun ketika dibaca oleh orang yang mengerti kaidah penulisan yang baik dan benar, kesalahan penulisan sedikit saja akan sangat mengganggu kenikmatan proses membaca itu sendiri. Akhirnya alur cerita jadi kabur, tidak menarik lagi. Malas melanjutkan. Sayang sekali bukan?

menayangkan tulisan

Padahal, menulis bukan hanya soal menuangkan ide dan imajinasi dalam bentuk tulisan. Setiap orang yang menulis harus punya peran dalam menjaga dan melindungi bahasa Indonesia. Kalau bukan oleh kita, sama siapa lagi coba?

Apakah mau mengandalkan guru dan dosen Bahasa Indonesia di sekolah? Saya rasa itu tidak akan memberikan banyak pengaruh.

Lantas, apabila menulis mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar tulisan kita jadi kaku dong! Kata siapa? Tentu saja tidak.

Menulis bisa dibuat semenarik mungkin. Tentu saja disesuaikan dengan kepada siapa tulisan kita ditujukan. Kaidah penulisan berbicara tentang bagaimana kita menulis dengan tidak melupakan tata bahasa yang benar. Masa tulisan sudah dibaca jutaan orang tapi penulisan “di” saja masih keliru? Belum terbiasa atau memang malah belum tahu bedanya di mana?

Intinya, ada banyak cara agar tulisan kita semakin enak dibaca. Jangan sampai ribuan manusia yang membaca tulisan kita tersebut ikut ‘terpapar’ kesalahan fatal yang sering disepelekan. Bagaimana jika yang membaca adalah anak remaja yang ingin menjadi penulis pula? Masa iya mereka jadi penerus bangsa yang turut merusak bahasa Indonesia?

Jadi saran saya, sebelum tulisannya ditayangkan di media, setidaknya lakukaan dulu hal-hal berikut agar tulisan yang dibuat tidak membuat kita berkontribusi pada rusaknya bahasa Indonesia. Yuk, di simak. Eh, “disimak” ya!

  1. Lakukan self-editing/swasunting sebelum tulisan ditayangkan.

Hal ini sangat perlu dilakukan. Seandainya tulisan kita melewati meja editor terlebih dahulu, sang editor tidak terlalu bekerja keras merapikan tulisan.

“Lah kan emang tugas editor itu benerin tulisan?”

Kalau editornya kamu bayar mahal untuk meloloskan naskahmu mungkin iya. Namun kalau misalkan naskah tulisannya untuk lomba atau untuk masuk media yang memang serius dengan kaidah bahasa, tulisan yang kaidahnya berantakan ya pasti tidak akan lolos begitu saja. Jadi, jangan menunggu dikritik editor atau pembaca ya! Sebaiknya lakukan dulu penyuntingan/pengeditan secara pribadi sebelum tulisannya ditayangkan atau dikirimkan.

  1. Cek KBBI dan PUEBI

Kalau ada kata yang membuatmu ragu tentang cara penulisannya yang benar itu seperti apa, segera cek KBBI dan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Bisa online kok, mudah.

  1. Perbanyak Membaca

Cara ini dinilai sangat efektif untuk memperbaiki tulisan kita. Dengan membaca tulisan orang lain di berbagai media, kita akan mengerti mana tulisan yang salah dan benar. Sehingga menjadi paham, bentuk tulisan seperti apa yang memang layak untuk dibaca oleh orang banyak.

Banyak membaca juga dapat membantu kita dalam memperkaya khazanah dan referensi kosakata bahasa Indonesia yang sangat sangat beragam.

Jadi, saran saja ya. Setelah imajinasimu tumpah dalam tulisan yang penuh drama dengan tujuan ‘mengobok-obok’ perasaan pembaca, sebaiknya diperbaiki dulu kaidah penulisannya. Agar pembaca yang mengerti kaidah Bahasa Indonesia tidak merasa terganggu oleh tulisanmu yang masih berantakan. Manfaat lainnya adalah agar yang membaca tulisan kita mendapatkan edukasi sehingga termotivasi untuk membuat tulisan atau memperbaiki kualitas tulisannya juga.

Pada tulisan ini pun belum tentu kaidahnya tepat semua. Namun tidak ada salahnya kita terus saling mengingatkan untuk sama-sama menjaga keutuhan bahasa Indonesia dengan konsisten menulis menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mari belajar bersama!

Semoga bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *