Gempa Bumi Garut Bikin Panik

Gempa bumi Garut

Allahu Akbar, Allahu Akbar! Lagi-lagi terjadi gempa. Gempa bumi Garut Selasa 01/02/2023 pukul 22:57 maglitudo 4,3 sangat terasa guncangannya di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Dinding bergetar, pintu berderak, semua yang ada di atas lantai bergerak dan berguncang.

Semua panik, semua cemas, semua was-was. Tidur menjadi tidak nyenyak, khawatir terjadi gempa susulan ketika terlelap.

Allahu Akbar! Kedalaman gempanya ternyata dangkal. Menurut info dari aplikasi BMKG pusat gempa ini hanya berkedalaman 3 KM. Pantas saja guncangannya terasa begitu kuat.

Allahu Akbar. Kami berlindung kepada Engkau atas segala musibah yang menimpa. Gempa bumi terjadi setiap beberapa kali per hari. Apalagi kini informasi gempa bumi dapat diakses dengan mudah dari aplikasi BMKG. Beberapa notifikasi gempa muncul, membuat kita jadi tahu, bahwa di belahan bumi Indonesia pun banyak yang mengalami bencana serupa setiap harinya.

Teringat kejadian yang menimpa saudara-saudara yang terkenal dampak musibah di Cianjur, gempa bumi Garut pun menghadirkan perenungan tersendiri.

“Bagaimana jika hal yang sama terjadi dengan yang terjadi di Cianjur sana?”

Tidak terbayangkan apa jadinya. Kuat kah keimanan kita untuk menahan keluh kesah? Kuat kah kesabaran ini membentengi rasa was-was yang datang setiap saat? Seperti mereka di sana yang hingga kini masih diguncang sesekali?

Terlepas dari penelitian para ahli bahwa gempa bumi adalah fenomena alam, jika kita menyengaja membuka-buka kembali keterang-keterangan yang berhubungan dengan bencana alam dari sisi agama Islam,  nyatanya gempa bumi bukan hanya fenomena alam. Melainkan sebuah peringatan.

Allah ingin kita mendekat, Allah ingin kita kembali ingat. Bahwa hanya Dia-lah satu-satunya tempat kembali dan tempat memohon perlindungan.

Banyak dalil yang terdiri dari ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi yang mengandung makna bahwa gempa bumi merupakan peringatan dari Allah.

Dari beberapa dalil tentang musibah, salah satu ayat yang memberikan penjelasan tentang musibah adalah ayat ini.

“Setiap musibah yang menimpa kalian, disebabkan perbuatan tangan kalian, dan Allah memberi ampunan terhadap banyak dosa.” (QS. As-Syuro: 30)

Bagaimana bisa kita hanya mengira bahwa semua hanya fenomena alam. Sungguh, Allah sedang menegur kita semua.

“Masing-masing Kami adzab disebabkan dosa mereka. Di antara mereka ada yang kami kirimi angin kencang, di antara meraka ada yang dimusnahkan dengan teriakan yang sangat pekak, ada yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidaklah menzalimi mereka, namun mereka yang bersikap zalim pada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ankabut: 40)

Kemudian Nabi Shalallahu alaihi wa salam bersabda,  “Tidak akan terjadi kiamat, sampai ilmu itu diangkat, waktu semakin pendek, banyak gempa bumi, fitnah meraja lela, dan banyak terjadi al-haraj.” Sahabat bertanya, apa itu al-haraj? Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan”. (HR. Bukhari)

Beberapa hari ini, Allah mengambil para guru kita. Diwafatkan beriringan. Dosen-dosen saleh kita, para ulama-ulama yang berilmu tinggi. Bukankah itu makna bahwa ilmu telah diangkat oleh Allah? Orang-orang berilmu pergi mendahului.

Lalu, kita semakin sibuk dengan urusan dunia hingga berkata, “kok sudah sore lagi?” Betapa pendeknya waktu yang ada kini.

Berita pembunuhan pun semakin merajalela. Lantas, tunggu apa lagi? Kiamat memang sudah dekat.

Ya Allah ya Robbana. Semoga Engkau senantiasa melindungi dan mengampuni dosa kami semua.

Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *