Dua Guru Senior Purna Bakti, Pentas Seni SDN Wangisagara 02 Penuh Haru Biru

Guru purna bakti
Guru SDN Wangisagara 02 berfoto bersama (sumber foto: dokumentasi sskolah)

Dua guru senior purna bakti, kegiatan pentas seni yang diselenggarakan SDN Wangisagara 02 diwarnai haru biru.

Hari ini, Jumat tanggal 28 Juni 2024 menjadi hari terakhir dari seluruh rangkaian agenda kegiatan SDN Wangisagara 02 kecamatan Majalaya di tahun ajaran 2023/2024. Siswa kelas 6 lulus dan bersiap melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama, sedangkan kelas 1-5 akan berpindah, naik ke kelas berikutnya.

Hari ini, adalah hari yang paling bahagia karena kepala sekolah mengabarkan bahwa dengan sangat membanggakan semua siswa kelas 6 lulus 100% dan adik kelasnya, tanpa ada yang harus tinggal kelas, naik ke kelas selanjutnya. Siswa pun senang karena libur sekolah sudah di depan mata.

Siswa bertalenta
Tampilan Tari dari Marsya Wasifah siswa kelas 6 SDN Wangisagara 02

Hanya saja, di tengah kegembiraan yang ada, harus bercampur dengan rasa haru biru. Seluruh keluarga besar SDN Wangisagara 02 akan kehilangan guru senior, dua guru terbaik selama ini. Karena kedua guru tersebut sudah saatnya beristirahat dari tugas yang diembannya; purna bakti.

Dalam pidato sambutannya, ibu kepala sekolah (Oom Komala, S.Pd.SD) menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada guru yang akan purna bakti yaitu, Iis Tin Winarti, S.Pd (sebagai wali kelas 5) dan Wawan Kuswendar, S.Pd. (sebagai wali kelas 6).

Read More
Siswa bertalenta
Siswa kelas 5 bersiap memberikan tapilan terbaik

Kepala sekolah menyampaikan bahwa secara pribadi dan lembaga merasa harus menyampaikan terima kasih kepada keduanya karena jasa dan pengabdiannya yang luar biasa kepada dunia pendidikan terkhusus SDN Wangisagara 02.

“Wangisagara akan kehilangan dua guru karena akan purna bakti yaitu pak Wawan dan ibu Istin. Terima kasih, Pak, Bu, atas kontribusinya kepada sekolah,” ujarnya.

Sebagai ungkapan kesedihan dan rasa kehilangan, dalam pidatonya Oom Komala sesungguhnya berharap jika keduanya masih bisa tetap tinggal menemani untuk melanjutkan perjuangan di sekolah yang kini sedang dipimpinnya.

Menariknya, sambutan pun disisipi dengan persembahan lagu berbahasa Sunda (kawih) dengan tema perpisahan yang didedikasikan untuk guru yang akan purna bakti.

Guru purna bakti
Iis Tin Winarti, S.Pd berfoto bersama siswa kelas 5

Semua yang hadir dalam acara tersebut bertepuk tangan riuh sebagai reaksi karena mendengar sang Kepala Sekolah bersenandung juga karena turut terharu.

Di akhir pidatonya kepala sekolah mwngungkapkan, bahwa meskipun ada guru yang purna bakti, kepala sekolah dan guru yang lain akan terus melanjutkan perjuangan dalam mendidik dan memberikan yang terbaik untuk sekolah.

Kedua guru, Wawan Kuswendar dan Iis Tin Winarti adalah guru yang dikenal sangat baik dan hebat dalam membimbing anak-anak didiknya. Perangainya yang lemah lembut membuat keduanya memiliki tempat tersendiri di hati para orangtua siswa SDN Wangisagara 02, terutama yang anaknya dibimbing secara langsung oleh yang bersangkutan di kelas 6 dan kelas 5.

“Baik banget mereka (pak Wawan dan bu Istin). Sayang, sekarang sudah purna bakti,” ujar salah satu orangtua siswa.

Guru purna bakti
Kenanagan siswa kelas 6 dengan wali kelas (Wawan Kiswendar, S.Pd.)

Selain itu, kepala SDN Wangisagara 02 dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dengan alumni yang berprestasi di sekolah lanjutan, serta berpesan agar tetap menjaga nama baik sekolah dan tidak melupakan jasa guru, meskipun sudah tidak lagi bersekolah di SDN Wangiagara 02.

“Jaga nama baik sekolah, kalau ketemu suatu saat jangan melupakan bapak ibu guru,” ucapnya.

Di sisi lain, Neneng Yuni, M.Pd. sebagai pengawas SD pun menyampaikan pesan dalam sambutannya tentang rasa bangga kepada SDN Wangisagara 02 yang telah berhasil menciptakan lulusan-lulusan yang berprestasi di sekolah lanjutan, serta ucapan terima kasih kepada para guru yang telah memberikan bimbingan. Tidak terkecuali kepada dua guru yang akan purna bakti.

Kepada para siswa yang lulus tahun ini, Neneng Yuni berpesan agar jangan takut untuk melanjutkan sekolah di manapun dan harus tetap menjaga akhlak dan prilaku.

“Jangan takut sekolah di manapun baik swasta ataupun negeri. Tetaplah berakhlakul karimah dan berbakti kepada orangtua, hormati guru, kemudian kembali ke lingkungan masyarakat dan beradaptasilah dengan baik,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni dari siswa kelas 1-6 dilanjutkan dengan foto bersama dan perpisahan dengan guru purna bhakti sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *