Panas terik matahari hari ini tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Gila, rasanya seperti berada di dalam kukusan bersama ubi yang hampir matang.
Jaket anti-UV ku menyerah melawan sinar matahari agar tidak bersentuhan langsung dengan kulitku. Pun tabir surya dengan SPF yang tinggipun tak mampu menghalau panasnya daerah Bojongsoang.
Kotaku, Bandung. Yang katanya romantis, yang katanya sejuk, yang katanya kota yang tepat untuk jatuh cinta. Romantisme kota yang berlebihan, coba saja kau berkelana ke Bandung Coret, masih adakah kota yang romantis nan sejuk itu?
Di sisi lain kota, yang terlalu jauh dari pusat perbelanjaan. Di tempat-tempat yang tak masuk ke dalam peta wisata. Kau dapat melihat pejuang ekonomi yang berperang di medannya. Berjualan bukan untuk kaya raya, namun untuk melanjutkan hidup. Sekedar untuk memastikan, besok kami masih bisa makan.
Di sisi lain kota, yang terlalu jauh dari gedung-gedung tinggi, terlalu jauh dari Braga, hampir dekat dengan jalur pendakian gunung Sangar. Kau dapat menemukan rumah-rumah sederhana—namun masih layak untuk ditinggali. Garasi mobil yang dijadikan untuk menjemur baju hingga ruang tamu yang menjadi tempat motor bermalam.
Di sisi lain kota, yang setelah hujan tergenang air dan menjadi lautan. Mungkin kapal feri sekalipun dapat berlayar di sana. Indahnya.. Bandung (coret) setelah hujan.
Namun, di sisi lain kota, yang katanya tidak romantis, yang mungkin tak ada seorangpun yang memilih tempat ini untuk jatuh cinta, aku mendapatkannya.
Bukan di tempat-tempat yang penuh akan gemerlap lampu kota dan alunan musik sederhana di kafe daerah Dago. Melainkan di jalan pintas sebelah sungai Citarum yang retak, di depan Indomaret Bojongsoang dengan bisingnya tukang parkir yang meminta receh, aku menemukannya.
Jika kota Bandung adalah lagu, maka Bojongsoang adalah bagian yang selalu dilewati oleh semua orang. Dan pusat kota adalah bagian favoritnya. Namun di sinilah aku menemukan lirik paling jujur di antara keseluruhan bagian kota lainnya.
Aku menemukanmu, di sisi lain kota yang katanya tak pantas untuk jatuh cinta.
