Dari Mana Memulai Sebuah Tulisan?

 

Memulai Sebuah Tulisan

Anda ingin menjadi penulis tetapi kerap merasa buntu, tidak ada ide, dan bingung harus dari mana memulai sebuah tulisan?

Sudah meluangkan waktu, duduk di depan laptop. Cemilan dan kopi sudah ada di depan mata. Hanya saja, saat jari jemari beradu dengan keyboard, eh, malah diam. Akhirnya cuma kopi dan cemilannya yang habis. Tulisannya tidak jua lahir.

Saya pun sering mengalaminya. Meskipun “virus” malas lebih banyak menyerang dibandingkan dengan ketiadaan ide itu sendiri.

Read More

Lalu apa yang harus ditulis? Mari lanjutkan membaca agar Anda menemukan apa yang bisa diambil manfaatnya dari tulisan ini.

Bagi teman-teman yang sedang belajar membiasakan menulis, ingin bisa terlatih menulis, mungkin kerap bingung menentukan dari mama sih, sebenarnya kita harus mulai menulis? Karena rasanya, ide itu sangat susah, langka, jauh, hilang, bahkan tidak pernah ditemukan.

Nah, yang masih berpikir bahwa mencari ide itu sulit, sehingga harus melakukan perenungan dulu sepanjang hari; di kamar, di perpustakaan, di gunung, di tempat sunyi, bahkan di kamar mandi.

Sini saya kasih tahu, dari mana memulai sebuah tulisan. Namun sebelum itu, tanamkan dulu dalam hati dan pikiran, bahwa ide itu sebenarnya sangat banyak, bahkan bermiliaran bertebaran di udara dan di muka bumi ini. Tinggal bagaimana cara kita “menangkap” ide tersebut.

Pertama, menulislah dari apa yang Anda rasakan. Untuk penulis pemula, menuangkan perasaan akan jauh lebih mudah daripada menuliskan sesuatu yang ada di luar diri kita. Jadi, saat Anda galau, sedih, marah, kecewa, jatuh cinta dan apapun yang Anda rasakan, cobalah untuk menuangkannya ke dalam sebuah tulisan.

Selain dapat melatih kemampuan menulis, mengungkapkan perasaan lewat tulisan akan membantu perasaan dan mood Anda jauh lebih baik.

Jadilah orang marah yang elegan. Jadilah orang jatuh cinta yang romantis dengan segudang ungkapan kata. Jadilah orang kecewa yang tetap bijak. Jadilah orang galau yang masih bisa berkarya. Maka, cobalah!

Kedua, menulis dari apa yang Anda sukai. Memiliki hobi dan hal-hal yang diskusi adalah sumber ide tulisan yang tidak akan ada habisnya.

Misalnya saja Anda suka makan dan hobi memasak. Menulis tentang review makanan akan sangat menyenangkan. Atau memberikan tips untuk menyajikan makanan agar lebih menarik, cara menyimpan makanan agar tidak lekas basi, dan banyak lagi ide seputar makanan bukan?

Orang yang suka naik gunung/ traveling dapat membagikan tips dan pengalaman yang didapatkan selama perjalanan. Bahkan yang suka tidur sekalipun bisa menuliskan kiat agar bisa tidur nyenyak dan berkualitas.

Ketiga, menulislah dari yang ada di sekeliling Anda. Menyimak kehidupan di sekeliling kita memang menarik dan selalu menggelitik. Ada rasa dan emosi yang ikut terpancing. Rasa ingin tahu yang semakin menggebu dan ide/gagasan yang mungkin muncul setelah kita menyimak keadaan di sekeliling kita.

Misalnya saja Anda tidak sengaja mendengar anak tetangga nangis sejadinya dan Anda merasa risih karena berbisik. Dari sana Anda bisa menuliskan tentang banyak hal. Soal cara menenangkan anak, kesehatan dan gizi anak, dan ilmu parenting lainnya. Bahkan hanya dari suara tangisan anak Anda juga bisa menulis soal bagaimana tentang adab menegur tetangga dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain. Pokoknya, banyak dan sangat banyak ide yang bisa digali dari lingkungan sekeliling kita.

Jangan ragu lagi, mulailah menulis!

Keempat, menulislah dari apa yang Anda kuasi. Yang ke empat ini adalah tahapan berikutnya dari yang tiga tadi. Apapun yang akan Anda tulis, pastikan bahwa topiknya memang dikuasai oleh Anda.

Ketika Anda merasakan galau lalu ingin menulis tentang penyebab galau dari sisi ilmu psikologi. Jika memang Anda menguasainya, mengapa tidak?

Saat Anda ingin menuliskan tips parenting tentang perkembangan anak tantrum dari sisi perkembangan anak dan ilmu parenting juga, jika memang Anda menguasainya, mengapa tidak?

Lalu bagaimana kalau tetap ingin menulis tetapi belum terlalu menguasai materinya?

Ini adalah tugas Anda selanjutnya untuk memperbaiki kualitas tulisan; perbanyak membaca. Baca imformasi apapun entah dari buku, media sosial, media massa, atau apapun untuk membuat tulisan Anda lebih mendalam dan berkualitas.

Setelah mengikuti rumus tersebut insyaalah menulis apapun akan terasa ringan. Anda terbiasa dan akan sangat terlatih untuk menulis, bahkan ketagihan.

So, menulis itu mudah bukan? Selamat mencoba.

Tertarik sama tips menulis yang lainnya? Simak terus postingan di website ini.

Semoga bermanfaat.


"Semua konten menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi RuangPena."

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *