Dahsyatnya 3 Prinsip Hidup Seorang Amir Mahmud

Prinsip hidup seorang Amir Mahmud blog Diantika IE

Dahsyatnya prinsip hidup seorang Amir Mahmud. Lelaki pensiunan kepala sekolah yang merupakan alumni SPG Cianjur tahun 1971 ini dikenal sebagai kepala sekolah yang berprestasi.

Menjabat sebagai kepala sekolah selama 21 tahun di SDN Kawung Luwuk, kini masih aktif sebagai pengurus koperasi guru sekecamatan Sukaresmi.

Lelaki yang akrab dipanggil “Babah Haji” oleh anak-anak dan cucunya ini bukan hanya senang berbagi kisah, mendengarkannya berbicara serasa mendapatkan “kuliah gratis”

Caranya menyampaikan sesuatu pun mudah dipahami. Mungkin karena itulah setiap menyimaknya tidak pernah merasa jenuh dan bosan.

Read More

Seperti hari ini. Di ujung agenda menemani siswa yayasan pendidikan Mutiara Embun Pagi melakukan kegiatan study tour ke Taman Bunga Nusantara saya sengaja mampir ke rumah beliau.

Sesuatu yang selalu saya syukuri, bahwa Amir Mahmud lelaki inspiratif ini adalah uwakku. Kakak ipar ayah.

Sejak saya kecil, sejak saya mampu mengingat momen-momen terbaik, uwak telah berhasil mengukir memori terbaik di kepala saya. Sampai kini saya banyak sekali merasakan kebaikan uwak sekeluarga. Karena bukan hanya uwak yang melakukan kebaikan, semua anggota keluarga uwak, nyatanya mewarisi kebaikan yang sama. Bukan hanya kepada saya, di luar sana, banyak sekali orang yang merasakan kebaikan uwak. Tidak heran, jika uwak selalu dikelilingi orang-orang baik selama ini.

Tadi siang, sebelum akhirnya datang tamu menemui uwak, kami sempat duduk bersama cukup lama. Membahas jenis-jenis tanaman yang baru saya temui. Satu per satu dijelaskan nama, cara perawatan, cara pembibitan, hingga berapa harga jual tanaman tersebut di pasaran.

Namun selalu ada hal yang jauh lebih menarik dari sekadar bicara soal tanaman hias. Uwak tidak segan membagi bunga yang ditanam dan telah dirawatnya sungguh-sungguh untuk “diadopsi” orang lain, bahkan untuk dijual sekalipun.

Menurut uwak, mau jadi milik orang lain nantinya atau jadi milik kita sendiri selamanya, pada dasarnya kita harus selalu melakukan yang terbaik yang kita bisa.

Karena kata uwak, yang betul-betul menjadi rejeki kita adalah apa yang kita makan. Semuanya adalah titipan. Kita hanya harus melakukan yang terbaik. Menjaga dan merawat. Adapun jika nantinya jadi milik orang lain, maka relakan.

Lantas, soal prinsip hidup yang selama ini diaplikasikan uwak, telah berhasil memotivasi saya begitu kuat dan ingin terus belajar untuk turut mengaplikasikannya.

Karena itu juga saya merasa harus membagikannya di sini agar manfaatnya sampai pula kepada Anda.

Ada 3 prinsip hidup yang uwak jelaskan kepada saya. Prinsip tersebut adalah,

1. Think about what we can do today for our future

Sepanjang hidup kita harus selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, agar bisa kita petik di masa depan. Entah itu investasi ilmu, atau kebaikan yang berupa sikap, sedekah, dan kebaikan-kebaikan lain yang yang nantinya akan berbalik kepada kita suatu saat. Kesungguhan dan ketulusan adalah kuncinya.

2. Think about what we can do for others

Perbuatan yang kita lakukan harus berefek bukan hanya untuk diri kita, melainkan berefek untuk orang lain. Biasakan berpikir praktis dan logis, bukan pragmatis.

Uwakku memberikan contoh. Misalkan menjenguk orang sakit, itu tidak selalu harus bawa makanan, semisal kue dan buah-buahan. Karena belum tentu bisa dinikmati oleh orang sakit tersebut. Budanya menjenguk adalah membawa buah tangan berupa makanan, kue atau parcel buah.

Akan tetapi, memberikan sejumlah uang dengan cara yang tepat mungkin akan jauh lebih bermanfaat. Entah itu untuk dibelikan makanan yang diinginkannya, atau dapat digunakan untuk membeli obat.

Kebaikan yang dilakukan dengan tepat, bukan hanya berefek pahala kebaikan dan ketenangan hati pemberinya. Yang diberi pun akan merasa sangat terbantu.

3. Pikirkan apa yang bisa kita berikan kepada orang lain

Prinsip itu, uwak pakai sejak dulu. Contoh kecil, uwak tidak pernah merasa menyesal jika tanaman yang telah dirawatnya baik-baik akhirnya diberikan kepada seseorang yang datang ke rumah.

Selaiknya kita harus selalu memotivasi diri untuk terus berbagi kepada orang lain. Kebiasaan berbagi dan bersedekah tidak akan mengurangi harta kita. Malah akan membuat kita merasa tenang dan ketagihan. Lakukan karena Allah, maka hidup kita akan semakin penuh keberkahan.

Masih banyak lagi yang kami bahas. Ngaler ngidul soal banyak hal. Ngobrol sama uwak selalu merasa mendapatkan “kuliah gratis”. Bertambah motivasi, bertambah tekad, bertambah pula kesiapan dalam menghadapi kehidupan.

“Setiap orang sudah memiliki jalan hidupnya masing-masing. Tidak perlu takut, teruslah maju dan berkembang” adalah rangkuman pesan dari sekian banyak pesan uwak sepanjang obrolan.

Terima kasih banyak, Wak. Semoga Allah selalu memberikan perlindungan, kesehatan dan usia yang penuh keberkahan untuk uwak sekeluarga.

Semoga tulisan ini memberikan manfaat, bukan hanya buat saya yang merasakan “terbius” oleh perkataan Uwak, pun untuk orang yang membaca tulisan saya di website ini.

Aamiin ya rabbal alamiin.

 

 

 

 


"Semua konten menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi RuangPena."

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments