Anak Mulai Masuk Sekolah? Hindari Drama Persekolahan

Memiliki anak yang mulai masuk sekolah, membuat kita sebagai ibu harus mempersiapkan diri dengan segala drama persekolahan yang bisa  saja terjadi. Berbeda dengan zaman dulu, saat ini fenomena drama persekolahan bisa jadi salah satu issue yang layak diangkat sebagai upaya menjaga kesehatan mental, khususnya para ibu. Mengapa sedemikian krusial? Karena berdasarkan riset, drama persekolahan ini kian berdampak negatif terutama pada pembentukkan karakter anak, dimana kesehatan mental ibu yang tidak stabil, temperamen dan emosional bisa memicu duplikasi karakter yang sama pada anak.

Menjadi seorang ibu bukanlah sesuatu yang mudah, tanpa adanya drama persekolahan pun, beban hidup dalam rumah tangga sudah cukup  memberikan hantaman yang kuat. Jangan sampai lelahnya kita berjuang menjadi ibu yang baik dan bijak, rusak hanya karena terlalu terlibat dalam ranah kehidupan anak di dunia persekolahan. Ada kalanya kita perlu terlibat, adakalanya kita perlu membiarkan anak untuk mengatasi semua masalahnya sendiri sebagai upaya pembentukkan karakter anak menjadi lebih kuat dan tangguh.

Lalu apa saja drama persekolahan yang perlu kita hindari :

1. Jangan terlibat dengan tugas sebagai komite sekolah

Read More

Percayalah, tugas komite sekolah amat sangat tidak mudah! Jika bunda ingin menjadi komite sekolah hanya karena ingin mendapat validasi, atau agar anak kita lebih diperhatikan oleh guru-guru, sebaiknya hindari pemikiran itu! Mengapa? Karena komite sekolah adalah suatu pekerjaan tanpa penghasilan dengan sasaran fitnah paling banyak. Semua masalah sekolah yang terjadi, kemungkinan besar akan menyeret komite untuk turut disalahkan. Sekalipun pembentukkan awal komite itu bertujuan baik, belum tentu akan berakhir dengan baik. Jadi jika bunda adalah seorang working mom yang sibuk bekerja, atau seorang housewife yang sudah lelah dengan problematika rumah tangga, sebaiknya hindarilah tugas ini!

2. Tidak perlu terlalu dekat dengan wali murid lainnya

Sebagai sesama ibu, tentu kita ingin punya teman bercerita yang satu profesi agar bisa saling berbagi suka duka menjadi ibu.Tapi satu hal yang perlu di ingat adalah jangan berteman terlalu dekat dengan sesama wali murid di tempat anak kita bersekolah. Karena lambat laun, bisa menimbulkan banyak perselisihan. Apalagi jika sudah muncul circle wali murid di dunia persekolahan. Diawali dengan kumpul-kumpul arisan berujung saling memprovokasi dan menyudutkan. Hal ini jelas akan berpengaruh pada anak-anak kita yang sedang bersekolah.

3. Biarkan anak lebih mandiri saat ada tugas kelompok

Jangan melibatkan diri terlalu jauh saat anak ada tugas kelompok, biarkan guru yang membimbing. Bunda sebagai wali murid, cukup hanya mendanai saja. Biarkan anak berkreasi mandiri tanpa perlu orangtua ikut campur. Karena jika sudah ikut campur, biasanya ibu-ibu akan lebih berambisi dan kompetitif, sehingga bisa menimbulkan masalah dengan wali murid lainnya.

4. Berinteraksilah seminim mungkin untuk menghindari gesekkan

Tidak perlu terlalu aktif di Grup Sekolah, cukup seperlunya saja. Tidak perlu banyak berargumen, berinisiatif apalagi terlalu vokal. Tidak perlu terprovokasi saat ada masalah di sekolah, jadilah tim netral. Kalaupun memang ada permasalahan yang sedang terjadi, alangkah lebih baik bermusyawarah secara langsung, tidak beradu argumen di grup sosmed atau beradu perang di status sosmed! Ingatlah bahwa anda adalah orangtua, yang sejatinya harus mengajarkan anak bagaimana bersikap dewasa.

5. Saat mendengar aduan anak, upayakan untuk mencari solusi dengan bijak

Semua orangtua pasti sangat menyayangi anaknya. Rasa sayang itu, terkadang membuat seorang ibu tidak bisa bergerak dengan logikanya tapi bergerak dengan perasaannya. Saat kita mendengar anak mendapat masalah, tentu hal pertama yang terjadi adalah kita sangat emosi. Terkadang emosi itu membuat kita blind dan menyerang ke segala arah, alhasil kita bertindak di luar kendali. Jika itu sampai terjadi, bukan hanya akan merugikan diri sendiri tapi juga bisa berdampak buruk pada mental anak kita. Anak akan mencontoh orangtua dalam bersikap, ia juga akan belajar menyelesaikan masalah dengan cara yang sama. Maka saat anda sedang dalam kondisi sangat emosi, cobalah untuk take a moment for a while, jangan langsung bertindak. Berilah waktu agar semua bisa terkendali dan bisa menemukan solusi.   

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *