“Jangan pernah takut kehilangan orang lain (teman, rekan kerja, penggemar, atau apapun) tetapi takutlah kehilangan diri sendiri”
Setiap orang seharusnya memiliki prinsip yang memperkuat jati dirinya. Kuat pendirian sehingga tidak mudah terombang ambing oleh sikap dan omongan orang lain terhadapnya.
Sayangnya, masih banyak orang yang rela menjadi orang lain daripada menjadi dirinya sendiri. Berkali-kali membohongi diri demi agar disenangi. Semua masukan dan saran dari orang lain dicobanya. Bahkan dijalani sebagai bagian dari kehidupannya.
Tidak sedikit publik figur yang seharusnya lebih percaya diri karena sudah memiliki penggemar, malah hidupnya lebih terkekang daripada orang yang bukan siapa-siapa. Telinganya lebih mendengarkan apa yang dikatakan penggemar daripada kata hati nuraninya sendiri.
Kepalanya berpikir bagaimana caranya agar fans senang dan tetap memuja daripada memikirkan kebahagiaannya sendiri. Bisa jadi, mereka sudah lupa bagaimana caranya tidur nyenyak tanpa alarm pengingat jadwal shooting. Bisa jadi mereka sudah lupa nikmatnya makan kenyang tanpa rasa takut akan berpengaruh kepada berat badan.
Mereka bahkan lebih semangat menjadi apa yang orang lain inginkan dibandingkan bertanya lebih dalam pada dirinya sendiri, “apa yang sebenarnya membuatku bahagia?”
Ketika orang lain memberikan pendapat bahwa baju terbuka lebih cocok untuknya, maka ia terus berpenampilan terbuka sampai lupa bahwa orang yang beradab memiliki panduan dalam berpakaian. Ketika orang lain mengatakan, “sayang ya, hidungnya kurang mancung.” Lantas berupaya mengubah hidungnya dengan operasi plastik menghabiskan biaya yang tidak sedikit.
Ketika hidup meningkat, tetaplah berhati-hati. Jangan sampai lupa diri. Tetap mengingat aturan Tuhan, melakukan yang terbaik untuk diri dan keluarga adalah hal yang lebih perlu diperhatikan daripada terus meneus memikirkan ketenaran.
Tidak selamanya terkenal itu menyenangkan. Cukuplah dikenal, bukan terkenal. Agar hidup tetap nyaman dan terarah. Hiduplah sewajarnya, tanpa ambisi berlebihan. Jangan hanya karena ingin FYP kamu rela melepaskan jilbab dan lupa pada rasa malu. Hanya karena ingin dilihat cantik lalu rela menyulam alis, mengubah bentuk wajah, dan tindakan lain yang menyalahi ketentuan Allah. Naudzubillah summa naudzubillah.
